Friday, March 30, 2012

Pengertian Softskill dan Hardskill


Soft skill sendiri memiliki arti yang banyak sekali kita temui dalam kehidupan kita sendiri. Soft skill bisa dikatakan sebagai keahlian atau kemampuan yang tidak terlihat pada diri seseorang . Soft skill juga dapat dikatakan sebagai kualitas diri, ciri kepribadian atau keahlian sosial yang dimiliki setiap orang dengan tingkatan yang berbeda-beda. Contohnya seperti seseorang dalam berkehidupan dimasyarakat, apakah individu itu dapat bersosialisasi dengan baik atau tidak. Individu terlihat baik atau tidaknya dalam masyarakat dengan cara ia bergaul, bertutur kata, sopan santunnya, dan tingkah lakunya. Biasanya si individu akan memperlihatkan keahlian dalam dirinya yang tidak pernah terlihat pada semua orang. Individu memiliki keahlian atau kemampuan tergantung cara didikannya dari orangtua mereka masing-masing, ada yang mencetak kualitas pribadinya sangat baik, biasa-biasa saja, dan kurang baik. Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi dalam pembentukan kepribadian.
Adapun perbedaan soft skill dengan hard skill yang sangat jelas. Kebanyakan orang menganggap hard skill dan soft skil itu memiliki kesamaan, tetapi anggapan itu tidak dibenarkan. Bahwa hard skill itu adalah kemampuan dalam diri individu yang dapat terlihat oleh kasat mata atau bahasa kasarnya kemampuan fisik. Biasanya hard skill timbul atau terbiasa dengan kita berlatih dengan sungguh-sungguh, maka akan tercipta hard skill yang berkualitas. Contohnya jika terbiasa berlatih yaitu selama kita kegiatan belajar mengajar disekolah, disekolah kita akan diajarkan berbagai macam pelajaran terutama matematika. Kita beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, menyebalkan, bikin otak jadi berat, dan lain-lain, tetapi tahukah anda? Matematika ternyata tidak sesulit yang kita pikirkan selama ini, matematika hanya berupa angka dan itu-itu saja yang kita lihat, namun yang berbeda hanya rumusnya saja. Matematika dapat diasah dengan terus berlatih, atau biasanya anak TK diperkenalkan oleh gurunya dengan cara bermain games yang menyenangkan dengan memperkenalkan angka-angka atau perhitungan dengan media permainan.
Di dunia kerja soft skill dan hard skill sangat dibutuhkan karena disamping itu mereka yang memiliki soft skill dan hard skill akan mempunyai keinginan, bahwa kita harus memberikan yang terbaik untuk perusahaan, harus kita mencapai target. Agar kita dinilai oleh atasan kinerja kita baik, kita mau bekerja keras dan kita memiliki reputasi yang baik juga. Karena itu semua akan tergantung oleh masa depan kita, jika kita bekerja sesuai aturan dan kerja keras otomatis kita akan dinaikan jabatannya atau gajih kita naik, atasan juga tidak tega melihat anak buahnya yang sudah bekerja keras tetapi tunjangannya kecil.
Ada semacam pepatah dalam lingkungan kerja yang menyatakan bahwa hard skill akan membuat seseorang lolos wawancara kerja, namun soft skill-lah yang membuat orang itu bisa mendapatkan pekerjaannya. Ini artinya seorang pelamar kerja yang memiliki bertahun-tahun pendidikan dan pengalaman di bidang kerjanya mungkin memiliki hard skills yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan yang tersedia, namun soft skill seperti misalnya kemampuan memimpin (leadership) atau motivasi diri dibutuhkan untuk bisa memiliki performa kerja yang baik. Seorang kandidat yang ideal untuk berbagai lowongan kerja adalah orang yang memiliki kombinasi hard skill maupun soft skill, dan sejumlah manajer HRD biasanya akan mencari sisi soft skill dari seseorang seperti kemampuannya mengatur waktu dan keinginannya untuk belajar.
Beberapa perusahaan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka sewaktu wawancara kerja dilakukan. Jenis pertanyaan itu adalah mengenai pengalaman kerja atau riwayat hidup pelamar untuk mencari tahu soft skill yang diperlukan. Sebagai contoh, seorang pelamar untuk sebuah posisi manajerial mungkin akan ditanya mengenai kejadian di masa lalu dimana pelamar itu sedang berada dalam posisi memimpin. Pelamar lain mungkin akan diminta untuk mengingat kembali saat-saat ketika ia harus memecahkan sebuah konflik atau berhadapan dengan seorang rekan kerja atau pelanggan yang sulit. Cara seorang pelamar menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga akan mengungkapkan sejumlah soft skill lainnya seperti misalnya kemampuan untuk merumuskan jawaban secara cepat atau kemampuan untuk melihat sisi positif dari sebuah situasi negatif.
Banyak para pakar di bidang peluang kerja sangat menyarankan para pencari kerja untuk meningkatkan soft skill selain hard skill mereka melalui pendidikan berkelanjutan atau pelatihan khusus. Banyak perusahaan yang enggan mempekerjakan pelamar yang terampil secara teknik namun hanya menunjukkan modal emosional yang sedikit dalam karir mereka atau hanya menunjukkan sedikit kemampuan untuk bisa bekerja sama dengan rekannya di bawah kondisi yang menekan.

Memiliki keseimbangan yang tepat antara hard skill dan soft skill merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya saing ketika Anda berkompetisi melawan ratusan pelamar lain dalam pasar kerja yang sempit.

Nama              : Diba Ayu Mustika Senja
Kelas                : 1PA07
NPM                : 12511503



1 comment:

  1. Permisi ka ada sedikit info nih, sebaiknya kaka masukkan link gunadarma ka http://www.gunadarma.ac.id/, terima kasih ka 

    ReplyDelete